INCLUDE_DATA

Tag Aceh

Peucicap dalam Budaya Aceh 0

Jan8

Masyarakat Aceh memiliki adat tersendiri dalam memperlakukan anak yang baru lahir. Adat peucicap dan peutron bak tanoh salah satunya. continue reading »

Simeuranté, Budak Jawa di Aceh 1

Untuk membantu serangan ke Aceh, ratusan pekerja paksa dikirim dari Jawa. Belanda menyebutnya beer  atau beeren. Orang Aceh menyebutnya Simeuranté. Orang-orang yang dirantai. continue reading »

Catatan Aceh yang Tercecer, Emas dan Tahta 3

KALI ini, kita menguak sedikit tradisi sumbang menyumbang masyarakat Aceh. Ternyata, Aceh tak cuma memberi modal kepada pemerintah RI, tapi juga kepada Tanah Hijaz pada abad ke-17 Masehi. Ini menarik agar kita tahu bagaimana kontribusi Aceh atas tanah hijaz (sekarang bernama Saudi Arabia, red), dimana orang Aceh tidak hanya mewakafkan tanah, melainkan juga emas yang didatangkan khusus dari bumi Serambi ke negeri Mekkah Almukarramah ini. continue reading »

Syeikh Ismail bin Abdul Muthalib Asyi, Ulama Aceh di Mesir 0

Dec12
Ada dua hal tentang ulama Aceh ini. Pertama, di Aceh dan boleh jadi di Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan, ada kitab yang selalu dibaca oleh kaum santri atau siapapun yang tertarik dengan ilmu perobatan, yakni Kitab Tajul Muluk. Kitab ini menggunakan bahasa Jawi (jawoe), maka asalpaham siapun bisa membacanya. continue reading »

Pasukan Khusus Pemburu Napoleon Aceh 0

Dec12
Catatan: M. Adli Abdullah
MEMPERINGATI 100 tahun Cut Meutia (25 Oktober 1910-25 Oktober 2010), diadakan kunjungan ke Rumah Cut Meutia di Matangkuli. Saya ikut rombongan dan ketika berada di sudut rumah pahlawan itu menjadi teringat semangat juang Pang Nanggroe, suami ke tiga Cut Meutia. Di depan rumah terlihat Teuku Rusli, salah seorang keturunan Cut Meutia yang sedang berkisah tentang perjuangan neneknya. Ia dihujani pertanyaan para penziarah.

Sayang pertemuan tersebut sedikit orang membicarakan kisah Pang Nanggroe, panglima gagah berani, ahli strategi gerilia yang pernah dijuluki Napoleon Aceh oleh Belanda. “Napoleon Atjeh” (in zijn soort, en met inachtneming van het verschil in dimensies, was hij een Napoleon) Dalam catatan Belanda, gerakan pasukan Pang Nanggroë sangat aktif dan menggempur di mana-mana sehingga pasukan Belanda tidak pernah istirahat. Gempuran-gempuran pasukan Pang Nanggroe amat sulit dipatahkan dengan daya tempur yang tinggi, penuh tipu muslihat dan licik dengan dibekali dengan semangat jihad bernyala-nyala. continue reading »

Tueng Bila Masyarakat Aceh Pada Masa Kolonialisme Belanda 0

Dec9

A. Pendahuluan

Setiap komunitas di dunia memiliki karakteristik khas, yang membedakan satu komunitas dengan komunitas lainnya. Pengetahuan terhadap karakteristik khas ini sangat diperlukan tatkala kita akan menjalin hubungan atau komunikasi dengan komunitas tersebut, sehingga kita akan terhindar dari konflik yang tidak diinginkan dan akan mempermudah kita masuk ke dalam dunia budaya komunitas tersebut.
Tulisan ini akan membahas tentang salah satu karakteristik masyarakat Aceh, yaitu tueng bila. Bagi masyarakat Aceh kata ini tidak asing lagi. Akan tetapi, bagi masyarakat luar Aceh tentunya belum banyak mengenal dengan istilah ini. Diharapkan tulisan ini akan membantu pemahaman tentang salah satu aspek dari karakteristik dari masyarakat Aceh, khususnya di era kolonialisme Belanda. continue reading »

plik-u.com is powered by WordPress and FREEmium Theme.
developed by Dariusz Siedlecki and brought to you by FreebiesDock.com